- TEMPLATE BLOG SEDANG RUSAK DAN DALAM PROSES PINDAH BLOG -
BLOG BARUNYA :
choliknf1998.blogspot.com 


BLOG TEMPLATE IS BROKEN AND IN THE PROCESS OF MOVING BLOG
THIS BLOG NEW :

Selasa, 20 Maret 2012

Pakar: Serangan Tomcat Akibat Perburuan Tokek

 
Kemunculan jutaan serangga berbisa alias tomcat di apartemen mewah dinilai akibat punahnya predator pemangsa. Ulah manusia ada di balik kepunahan burung pemangsa. 

"Ini dugaan saya sementara. Fenomena perburuan tokek yang belakangan marak menjadi faktor berkembangnya populasi tomcat. Sebab, tokek merupakan hewan predator pemangsa serangga pemilik cairan beracun hemolimf tersebut," terang peneliti serangga dari Universitas Airlangga Rosmanida kepada merdeka.com, Jumat (16/3). Kelangkaan tokek membuat keseimbangan alam terganggu. 

Penyebab lain, ujar dia, faktor migrasi wilayah dan cuaca. “Secara umum, migrasi dikarenakan tempat asal hewan terganggu oleh habitat lain yang tidak cocok dengan keberadaan hewan tersebut,” ujar Rosmanida. Akibatnya, serangga beracun itu menyerang pemukiman warga di kawasan Perumahan Laguna Indah, Surabaya itu.

“Karena dalam mata rantai makanan, ada keseimbangan ekosistem yang terganggu. Misalkan saja, tokek yang menjadi predator serangga itu tidak ada atau bahkan habis,” lanjut Rosmanida.

Selain faktor manusia, Rosmanida juga menilai, cuaca ikut andil bagian dari migrasi bawaan yang memicu perkembangan populasi tomcat.

“Migrasi bisa melalui angin. Biasanya serangga terbang hanya sejauh 500 meter, bisa bertambah sampai puluhan kilometer karena hembusan angin. Atau bisa juga terbawa melalui impor buah dari negara lain yang masuk ke Indonesia. Yang bermigrasi itu induknya,” papar dia. 

Melihat perkembangan jumlah tomcat yang relatif banyak, Rosmanida menduga, keberadaan tomcat di lokasi tersebut sudah berlangsung lama. Hanya saja, pada saat itu belum ada yang mengetahui persembunyian induk tomcat yang bermigrasi tersebut.

“Tapi anehnya kok di perumahan ya ? Naluri saya, kalau di perumahan elit seperti itu, pasti tidak ada semak belukar?,” ungkapnya dengan nada tanya. “Coba nanti kami selidiki lagi,” sambungnya. 

Selain memiliki tekstur tubuh mirip semut berwarna kuning gelap di bagian atas dan di bawah abdomen, kepala serangga tomcat berwarna gelap. Sedangkan, di bagian tengah abdomen yang berwarna hijau tua mempunyai sepasang sayap keras. Biasanya, kumbang ini kelihatan merangkak di kawasan sekeliling dengan menyembunyikan sayapnya. 

Selain itu, cara melindungi serangan musuhnya, kumbang ini akan menaikkan bagian abdomen supaya kelihatan seperti kala jengking untuk menakutkan seterunya.

Serangga ini tidak menyengat atau menggigit, namun cairan hemolimf yang terdapat di dalam tubuh -kecuali sayap- kumbang ini mengandung racun berbisa. Toksin ini dikenali sebagai ‘aederin’ (C24 H43 O9 N). “Yang terkena bisa membuat badan meriang,” ujar dia.



Merdeka.com


Jangan lupa Share keTemenmu :)

Artikel Lainya:

Terimakasih anda sudah membaca artikel Pakar: Serangan Tomcat Akibat Perburuan Tokek Dengan URL http://choeliknf75.blogspot.com/2012/03/pakar-serangan-tomcat-akibat-perburuan.html , Silahkan sebarkan artikel Pakar: Serangan Tomcat Akibat Perburuan Tokek, namun jangan lupa untuk meletakkan link Pakar: Serangan Tomcat Akibat Perburuan Tokek Sebagai sumbernya.
Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More